Awas bahaya Psikopat (4)
Lima tahap mendiagnosis psikopat
1. Mencocokan kepribadian pasien dengan 20 kriteria yang ditetapkan Prof. Hare. Pencocokkan ini dilakukan dengan cara mewawancara keluarga dan orang-orang terdekat pasien, pengaduan korban, atau pengamatan prilaku pasien dari waktu ke waktu.
2. Memeriksa kesehatan otak dan tubuh lewat pemindaian menggunakan elektroensefalogram, MRI, dan pemeriksaan kesehatan secara lengkap. Hal ini dilakukan karena menurut penelitian gambar hasil PET (positron emission tomography) perbandingan orang normal, pembunuh spontan, dan pembunuh terencana berdarah dingin menunjukkan perbedaan aktivitas otak di bagian prefrontal cortex yang rendah. Bagian otak lobus frontal dipercaya sebagai bagian yang membentuk kepribadian [3] [4].
3. Wawancara menggunakan metode DSM IV (The American Psychiatric Association Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder versi IV) yang dianggap berhasil untuk menentukan kepribadian antisosial.
more.......1. Mencocokan kepribadian pasien dengan 20 kriteria yang ditetapkan Prof. Hare. Pencocokkan ini dilakukan dengan cara mewawancara keluarga dan orang-orang terdekat pasien, pengaduan korban, atau pengamatan prilaku pasien dari waktu ke waktu.
2. Memeriksa kesehatan otak dan tubuh lewat pemindaian menggunakan elektroensefalogram, MRI, dan pemeriksaan kesehatan secara lengkap. Hal ini dilakukan karena menurut penelitian gambar hasil PET (positron emission tomography) perbandingan orang normal, pembunuh spontan, dan pembunuh terencana berdarah dingin menunjukkan perbedaan aktivitas otak di bagian prefrontal cortex yang rendah. Bagian otak lobus frontal dipercaya sebagai bagian yang membentuk kepribadian [3] [4].
3. Wawancara menggunakan metode DSM IV (The American Psychiatric Association Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder versi IV) yang dianggap berhasil untuk menentukan kepribadian antisosial.
4. Memperhatikan gejala kepribadian pasien. Biasanya sejak usia pasien 15 tahun mulai menunjukkan tanda-tanda gangguan kejiwaan.
5. Melakukan psikotes. Psikopat biasanya memiliki IQ yang tinggi.
6. Perilaku seorang psikopat antara lain:
7. (1). Hanya mampu memahami etika, norma dan agama yang berlaku dalam tataran verbal, tetapi tidak mampu menerapkannya dalam perilaku. Mereka umumnya senang berdebat. Maunya hidup nikmat tanpa kerja keras dan menginginkan segala sesuatu secara instan. Untuk itu segala cara dihalalkan. Mereka umumnya memakai kedok agama (sangat senang belajar agama) sebagai alat agar disukai, dianggap baik dan membuat orang lengah.
8. Bagi psikopat yang agresif, kalau perlu membunuh pun tidak masalah baginya, asalkan keinginan hidup nikmatnya tercapai segera.
9. (2) Biasanya ia adalah seorang yang luas dalam pergaulan, memiliki banyak teman, pandai bergaul, dan memiliki rasa humor yang baik sehingga lingkungan mudah tertarik kepadanya. Selain itu, kemampuan relasinya pun baik.
10. (3) Tujuan hidup adalah melulu ditandai oleh pencarian kenikmatan, jadi sama sekali tidak mempertimbangkan hari esok. Mereka umumnya senang bersenang-senang, mereka secara rutin mengambil liburan, jalan-jalan atau pergi ke tempat hiburan seperti taman kota, luar kota, mall, cafe, diskotik atau lain lain. Falsafah hidupnya adalah yang penting saya senang dan tidak memikirkan akibat kesenangannya tersebut pada orang lain.
11. Apabila ia tidak merasa nyaman baik secara psikologis, emosi ataupun fisik, ia dapat marah menjadi-jadi dan mengeluarkan kata-kata kasar namun segera setelah ia menyadari itu, ia akan berlaku sangat manis.
12. Pada awalnya orang psikopat adalah pribadi yang sangat menarik sehingga orang cepat suka kepadanya, dengan demikian orang yang termanipulasi pun pada awalnya sering kurang menyadari.
13. Kecuali itu, dengan cepat pula, ia mampu melakukan rasionalisasi demi upaya pembenaran dirinya dan meyakinkan lingkungan ia melemparkan kesalahan kepada orang lain. Jarang sekali ia merasa bersalah, menyesal. Ia selalu menyalahkan orang lain terhadap kejadian buruk yang menimpa dirinya.
By Scott O. Lilienfeld and Hal Arkowitz Scientific American
Kebanyakan psikopat adalah laki-laki, walaupun alasan perbedaan seks tidak diketahui. Psikopati tampaknya hadir dalam kedua budaya Barat dan non-Barat, termasuk yang memiliki eksposur minimal untuk penggambaran kondisi media. Dalam studi antropolog 1976 Jane M. Murphy, kemudian di Harvard University, menemukan bahwa kelompok yang terisolasi suku Inuit Yupik-berbicara di dekat Selat Bering memiliki (kunlangeta) istilah mereka digunakan untuk menggambarkan "seorang pria yang ... berulang-ulang kebohongan dan menipu dan mencuri hal dan ... mengambil keuntungan seksual dari banyak-seseorang wanita yang tidak memperhatikan teguran dan yang selalu dibawa ke para tetua hukuman. "Ketika Murphy meminta seorang Inuit apa kelompok biasanya akan melakukan dengan kunlangeta, ia menjawab," Seseorang akan mendorong dia dari es ketika ada orang lain yang melihat. "
Menurut Clarke, psikopat dapat diketahui dari pola perilaku dan ciri kepribadian di bawah ini:
1. Tanpa dosa. Psikopat tempat kerja tidak menyesali berapapun yang mereka jadikan korban, mereka tusuk dari belakang atau yang hasil kerjanya mereka curi.
2. Mempesona. Mereka adalah pembicara yang sangat bagus. Mereka lebih suka berhadapan empat mata dan menghindari rapat kelompok.
3. Manipulatif. Mereka membengkokkan sistem maupun aturan perusahaan untuk kepentingan sendiri. Mereka memangsa berbagai kelemahan orang, khususnya yang kurang percaya diri.
4. Parasitis. Mereka mencari penghargaan dari hasil kerja orang lain.
5. Pembohong yang patologis. Psikopat tempat kerja bukan pembohong ulung. Namun, jika mereka ketahuan, mereka dapat berdalih untuk menemukan selamat.
6. Tak menentu. Psikopat hanya punya emosi pokok (senang, sedih, marah).
Pergantian antar emosi terjadi sangat cepat, semenit senang, semenit kemudian marah lalu semenit selanjutnya sedih.
Sandra L. Brown, MA and Dr. Liane Leedom, MD, authors in the field of
psychopathy
Bahkan ketika mereka acuh tak acuh dengan hak-hak rekan-rekan mereka, mereka sering dapat menginspirasi perasaan kepercayaan dan keyakinan. " Special Research Project of the Quantum Future School
The Mask of Sanity
Dia datang sangat dekat dengan menyarankan bahwa mereka adalah manusia dalam segala hal - tapi mereka kekurangan jiwa. Kurangnya "kualitas jiwa" membuat mereka sangat efisien "mesin." Mereka bisa brilian, menulis karya ilmiah, meniru kata-kata emosi, tapi seiring waktu, menjadi jelas bahwa kata-kata mereka tidak cocok dengan tindakan mereka. Mereka adalah tipe orang yang dapat mengklaim bahwa mereka hancur oleh kesedihan yang kemudian menghadiri pesta "untuk melupakan." Masalahnya adalah: mereka benar-benar DO lupa.
Menjadi mesin sangat efisien, seperti komputer, mereka mampu melakukan rutinitas yang sangat kompleks yang dirancang untuk mendapatkan dari dukungan orang lain untuk apa yang mereka inginkan. Dengan cara ini, banyak psikopat mampu mencapai posisi yang sangat tinggi dalam kehidupan. Hanya dari waktu ke waktu yang asosiasi mereka menjadi sadar akan fakta bahwa mendaki mereka menaiki tangga keberhasilan didasarkan pada melanggar hak orang lain "Bahkan ketika mereka tidak peduli terhadap hak-hak rekan-rekan mereka., mereka sering dapat menginspirasi perasaan kepercayaan dan keyakinan. "

No comments:
Post a Comment